• Balada kera.. dahulu dan sekarang

      0 comments

    Sabtu kemaren, setelah sekian lama tidak mengunjungi dufan terutama balada kera. Akhirnya aku, iqoh, beserta rombongan mumu design’s team memasuki teater tersebut.

    Tak ada yang berbeda dengan penampilan teater balada kera dari dahulu (saat ku kecil), hingga sekarang ini (di saat umur telah nyaris 1/4 abad). Namun satu yang senantiasa terasa saat menyaksikan teater ini, perasaaan ‘terhibur’ dan menyenangkan, bahkan tak jarang membuat kita tertawa. Bagiku secara pribadi, aku tak pernah bosan untuk menyaksikan penampilan mereka berkali-kali meski dengan format yang sama.

    From wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Dufan

    Balada Kera 
    Adalah panggung yang menyajikan musik operet karikatural yang diperankan oleh 23 boneka animatronik, berbentuk gorila dan simpanse. Kesemuanya digerakkan dengan teknologi buatan Indonesia.

    Namun bedanya, jikalau dahulu saya hanya menikmati penampilan tersebut sebagai seorang anak kecil, penonton awam, tetapi kini.. saat kemaren menyaksikan ‘Balada Kera’ di dufan setelah dewasa, ada beberapa point yang membekas.

    Diantaranya:
    + Kalau dahulu menyaksikan dengan mama-papa, kini dengan adik n rekan2 lainnya. But serasa nostalgia gitu.. masih inget dahulu aku sering duduk di bangku tengah, dan tidak pernah absen nonton nih teater kalau ke dufan.
    + Salah satu dari sekian banyak yang mempengaruhi diriku untuk berkiprah di Dunia Kreatif
    + Aku salut ama konseptor, n tim dibalik layar pembuatan ‘Balada Kera’ ini, cerdas n kreatif dalam mengemas local content, lagu-lagu daerah, nasionalisme, dengan tidak membosankan…bahkan sangat menghibur dan mendidik.
    + Tak habis dimakan zaman…meski sekarang serba hi-tech, animasi kelas tinggi bermunculan.. tapi Balada Kera tetap eksis.

    Balada Kera adalah satu dari sekian banyak kekayaan tanah air, dan juga sarana pendidikan yang efektif (meski sepertinya lom ada penelitian ttg efektivitas itu..-apa aku ganti judul skrispi ttg ini aja yah?). Yang pasti educational Technology buangett… Gak harus mikir jauh2, tinggi2, sederhana n simpel…Balada kera adalah salah satu peninggalan masa lalu yang harus kita jaga

    So…cintailah budaya kita frenz… kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? meminjam tagline ‘KMDGI thn 95–kalo gak salah–’ think local act global

    ————————-
    nb: ada yang tahu, siapa saja dibalik layar pembuatan Balada Kera itu? 

    ——————–
    Pesan tersirat dari penampilan balada kera di dufan: setiap orang bebeas berekspresi tetapi juga harus menyadari bahwa kebebasan tiap orang dibatasi oleh kebebasan orang lain.

  • Semakin menginginkan kesempurnaan, semakin menyadari bahwa diri tak sempurna…

      0 comments

    Tidak jarang kita mengingnkan kesempurnaan dalam hidup, karakter ‘perfeksionis’ pun muncul pada salah satu bidang kehidupan kita.
    Semakin ingin mendapatkan kesempurnaan, terkadang malah menjauhkan diri kita dari kesmpurnaan..dan di saat diri ini merasa ‘zero’, tak kuat lagi menanggung beban, merasa tiada daya.. seketika potensi diri baru muncul.. Sehingga tak salah jika prinsip ‘zero mind’ yang diusung ESQ 165, muncul ke permukaan.
    1/0 = tak terhingga…
    terlihat simple, tapi terkadang sulit terimplemetasikan…

    Pengalaman mengajariku bahwasanya di saat zero, segala sesuatu menjadi mudah..Di saat tawakkal dan ikhlas, setelah ikhtiar..semua terasa ringan..

    Momen-momen tak terlupakan sepanjang hidup, salah satunya adalah momen ’skripsi’ atau ‘tugas akhir’. Bagi banyak orang, tidak dapat dipungkiri saat2 itu, dimana daya juang kita berada dititik tertinggi. Saat menjelang hari H, banyak cobaan mendatangi..mulai dari komputer kena virus lha, krisis finansial-ah, bolak-balik revisi lha, dosen pembimbing nggak sesuai lha, teman-teman pada sibuk dengan skripsinya sendiri lha, dsb.

    Namun..setelah masa itu berakhir..dengan hasil yang memuaskan…diri kita tak henti-hentinya mengucap terima kasih…kepada orang-orang yang dahulu direpotkan oleh kita, dosen-dosen pembimbing kita, sahabat-sahabat kita, dsb. Di saat toga telah terlepas.. suatu titik dunia berubah menjadi ‘real world’ …Terkadang kita merindukan saat-saat itu. Merindukan semangat itu.. semangat berjuang yang tercampur dalam visi bersama..dan aura kebersamaan dalam semangat..

    Sama halnya dengan perasaan bukan?
    di saat mencari seseorang yang sempurna, semakin menjauhkan kita dari orang tersebut..Dan disaat kita merasa ‘nol’, semua itu datang seketika

    Semua ini telah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa…
    Pertemuanku hari ini, di sini, di tempat ini, dengan kalian, sahabat-sahabat, guru, dosen, rekan kerja, klien, dsb…bukanlah sebuah kebetulan. Tak ada kebetulan di dunia ini.. jadi untuk apa menolak keberadaan diri sendiri yang kini ada dalam diri kita masing-masing..
    ————————–—–
    nb: berlaku tidak yah dalam hal perasaan terhadap seseorang?silahkan dijawab sendiri..