Seniman jalanan..Begitu sapaannya..Baik itu pngamen,pembaca puisi,dsb.Mulai dari yg sekedar niatny hanya minta uang,hingga yg benar2 berkualitas.Performing yg asal2n hingga memukau mwarnai khidupn kota mtropolitan.Diriku sring takluk di kala mereka memainkan gitar dengan semangat, ataupun membawakan performing art dan puisi di dalam bus kota.
Ketika melakukannya dengan semangat, ceria, dan berusaha melakukan yang terbaik…tanpa peduli apakah akan diberikan uang oleh para penumpang atau tidak. Kala itu mereka cuma berpikir ingin melakukan yang terbaik…Sebaliknya ada juga seniman jalanna yang sekedar ngamen dengan tujuan mendapat tambahan uang saja..hanya itu…sehingga lagunya ataupun performing mereka terkesan asal2an…Dan hasilnya para penumpang juga memberikan asal-asalan
Suatu ketika diriku pernah iseng menganalisis perhitungan pendapatan kotor seorang pengamen bus ac jakarta-bogor yang benar-benar ‘niat mengamen’…
Misalkan tiap orang memberikan minimal Rp.500 dan kisaran penumpang bus AC kurang lebih 30 tempat duduk. Jika performing mereka bagus..biasanya 20 orang akan memberikan mereka uang. Kalikan saja 20 x 500= 10000 , segitulah minimal pendapatan mereka sekali ngamen di bis…belum lagi kalo bolak balik..itunglah kira2 sehari 15 kali bolak-balik jakarta-bogor ..yah kurang lebih 150.000/hari pendapatan kotor mereka (ini berlaku bagi pengamen yang berkualitas..bukan sekedar asal2an…tapi bener2 berniat memberikan performing yang baik setiap kali ngamen di bus..). Setelah potongan sana-sini (preman, dsb,) paling tidak 100rb perhari…kalikan 30 hari maka kurang lebih Rp.3000.000/bulan
Nah…pelajaran yang diambil dari sini adalah..bukan masalah pendapatannya yang cukup besar… (sebab ini adalah bonus dan rezeki dari Tuhan) tetapi niat, ketulusan, semangat, daya juang, dan keinginan memberikan yang terbaik…
Dari sini kita dapat belajar… Bahkan seorang pengamen/seniman jalanan pun yang benar-benar menjiwai pekerjaan mereka pun bisa berhasil dan sukses.. bahkan menikmati pekerjaan mereka.. hanya karena niat ikhlas dan ingin berkarya…Lantas kita? apakah sudah bisa seperti mereka? atau masih di bwah mereka?dalam hal semangat n daya juang?



