• DKV: mulai dari serasa tukang cetak, kuli grafis-operator, hingga konseptor komunikasi

      0 comments

    DKV? Desain Komunikasi Visual..apaan tuh? –pertanyaan paling sering kujumpai saat masuk ke instansi pemerintah.Berkali-kali pula harus kujelaskan… tapi ini semua kumaklumi…maklum kalo DeKaVe jadi barang langka…buktinya di instansiku cuma ada 3 orang DKV.
    Masih inget awal mula daku freelance di sebuah tempat…terkadang lulusan DKV dianggap tukang setting logo, operator grafis, dsb. Kala itu kuberpikir, kalo butuhnya cuma untuk nemplokin logo, bikin desain yan gudah ada contohnya, dah ada patternnya…itu mah cukup anak SMK teknik grafika kelas 2 aja pasti dah bisa… nggak perlu S1 wekekeke…
    Trus ada lagi kutemui, DKV membuat copywriting, storyboard tuk iklan saat daku freelance di sebuah advertising…Yah itu baru DKV…
    DKV S1 mencetak seorang lulusan hanya untuk membuat Logo? nope.. bukan logo tetapi ‘Branding’. Berbeda dengan logo yang hanya sekedar visual dari sebuah merek.
    Lulusan Desain Komunikasi Visual S1 itu dipersiapkan untuk:
    1. Menjadi konseptor dibidang visual-branding
    2. Memiliki kemampuan dibidang animasi, pekerja seni dibidang film, web designer, layouter, desain grafis, fotografer, dsb.

    Jadi kalo cuma untuk dipekerjakan sebagai kuli grafis, tukang setting, bikin pamflet, bikin banner, dsb cuma untuk instan…gak ada konsep, yang penting cepet, dsb…mending rekrut anak D3 atau SMK aja…sebab kurikulum S1 lebih ditekankan kepada konsepsi…alias konseptor…

    Seorang lulusan desain komunikasi visual sudah dibekali dengan ilmu komunikasi pemasaran.. Jadi dalam membaut desain, bukan dilihat indahnya aja..tapi juga sisi komunikatif..terkait juga dengan penggunaan media promosi yang efektif. Jadi perlu digaris bawahi, seorang lulusan DKV S1 tuh mengerti ‘konsep branding’, lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Brand biar lebih jelas. Kalau nggak ngerti branding, gimana mau buat iklan, desain dsb?

    Baru kerasa benar-benar dihargai sebagai seorang DKV, saat kerja ama senior (meski cuma kerja 2 bulan, sebab abis itu kerja ama negara hehehe). Kala itu, meski jam kerja gila2an…pernah ampe malam banget di kantor…tapi diberikan kebebasan untuk explore desain sendiri, nggak dipatokin harus seperti ini-itu…alias nggak dianggap kuligrafis wekekeke
    Disamping kerja ama senior kala itu, saya n beberapa teman pernah nekat buat tim website sendiri dengan beberapa teman dan Alhamdulillah sempat ngerjain 2 project..tentu saja lebih bebas dihargai (saya n temens), sebab me-manage dan bebas untuk mengeksplore ide, meski kadang berbenturan dengan kemauan klien.

    Kini saat setelah setahun menginjakkan kaki di instansi pemerintah..daku menyadari satu hal…DKV adalah minoritas jika dibanding IT..sama seperti halnya TP-Teknologi Pendidikan yang masih minoritas dibanding IT…biarkan sahajja lha..biasa lha..Indonesia kan selalu telat…
    Makanya tuk kamu2 yang masih kuliah…kalo dah lulus..pada masuk ke pemerintahan donk!..biar rame…

    Kalo ada alasan yang bilang ‘nggak dihargai’ di instansi pemerintah…yah itu kembali ke pribadi masing-masing…di pemerintah tugasnya kita tuh bukan sebagai tukang ini-itu, tapi konseptor dan men-sounding-kan pentingya industri kreatif…sebagai penyambung lidah antara komunitas, praktisi, dan pemerintah…Kalau bercita-cita ingin mengemabngkan indsutri kreatif di Indonesia, nah…cocok tuh masuk ke pemrintahan. Tapi siap2 aja…menghadapi semuanya..termasuk ego-sektoral…^_^

    Prediksi saya Selain DKV yang menjamur, beberapa tahun lagi educational technology yang akan dicari-cari orang… jadi bagi kamu2 mahasiswa jurusan teknologi pendidikan,saya harap lebih menekankan kemampuan desain instruksional dan penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan, dsamping pengembangna kurikulum…Sebab itu ciri khas dan kelebihan TP…So buktikan kalo kamu TP bangetsss

    Write a comment