Semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari petikan percakapan ini:
si A: Apa yang kamu inginkan di dunia ini?
si B: banyak..
si A: Apa saja sebutkan..!
si B: prestasi, pendidikan, pasangan hidup, uang, tahta, makanan, etc.
si A: Apalagi?sebutkan semuanya
si B: (menjawab semua yang ia inginkan,hingga tak sanggup berkata lagi)
si A: apalagi? sebutkan semuanya…
si B: ….(diam karena sudah diucapkan semua yang ada dalam pikirannay ketika itu)
si A: kalau semua itu sudah kau raih..apa lagi yang kamu inginkan?
si B: ….
si A: kenapa terdiam?
si B: ….(tiba-tiba menangis…karena menyadari bahwa sebenarnya bukan itu yang ia inginkan)
si A: kalau kebahagiaan sudah dirimu dapatkan…apalagi yang kamu inginkan?
si B:….
si A: Knapa terdiam? Apakah hatimu kosong? itu semua hanya kebahagiaan dunia semata…
si B: aku tak sanggup berkata apa-apa lagi
si A: Itu karena hatimu kosong…Selama ini sudahkah kau isi hatimu?
Secara nurani manusia akan selalu mencari Tuhannya, hati yang terisi dengan cintanya pada Allah, tidak akan melakukan sesuatu karena orientasi hal-hal duniawi..tetapi karena Allah SWT. Secara nurani setiap insan di dunia ini, menyadari keberadaan Dzat yang Maha Kuasa itu..Allah SWT, bahkan semenjak sebelum lahir, kita sudah bersyahadat di dalam kandungan ibu kita.
Pernahkah kita bertanya dalam diri masing-masing di saat kita sedang duduk sejenak, selesai dari pekerjaan kita..selesai dari belajar kita, etc.
Untuk apa semua ini kita lakukan? apakah semata untuk yang nyata secara dunia?
Pernahkah kau merasa, melakuakn sesuatu yang besar…dan bermanfaat banyak, sukses pula..tapi kita tidak merasa bahagia dan lantas muncul kembali pertanyaan di atas?..
Jika pernah…segeralah isi hati ini…jangan biarkan kosong..
Isi dengan kecintaan pada Tuhanmu..sebab secara nurani manusia akan selalu mencari Tuhannya…
Ketika gempa terjadi kemaren, siapa yang paling kita ingat pertama kali?tentu Sang Maha Kuasa kan?
Ketika hati ini terisi oleh iman dan keikhlasan..Kala itu, hati kan tentram dan damai. Meskipun tak sedikit banyak halangan di depannya, tapi semua bisa dihadapi dengan senyum dan tenang..karena suatu keyakinan…keyakinan akan firman Allah ‘Allah tidak mungkin memberikan cobaan diluar kmampuan kita dalam menghadapi masalah itu’
Kini..sudahkah kita isi hati kita dengan iman dan kecintaan kita terhadap Allah?..sudahkah kita mengenal-Nya dengan baik? sudahkah kita hidup tawadzun (seimbang?), sudahkah kita melandasi rasa ikhlas setiap perbuatan baik dilakukan kita?
Atau sekedar untuk pamer?, sekedar tuk prestasi? sekedar untuk uang? dan sekedar-sekedar lainnya?
————-
Jangan biarkan hati ini kosong
Tiap orang punya tujuan hidup bukan?
Pada akhirnya secara nurani…secara fitrah mengetahui tujuan hidupnya…
yaitu beribadah kepada Tuhan..meski kadang tidak menyadarinya..
———————
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya..(Al-Qur’an)
Dan tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk menyembah-Ku (Al-Qur’an)




bangbang
December 29th, 2009 at 16:57
Tulisan yang bagus nona…