• Penerapan Marketing 3.0 dahulu dan sekarang pada bisnis filateli

      0 comments

    prangko10 Desember 2009 yang lalu, penulis menjadi salah satu blogger yang memperoleh kesempatan untuk menghadiri MarkPlus Conference 2010 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc secara free dari Marketeers karena posting analisis ringan yang berjudul Ketika karakter diri dan sisi sosial menjadi bagian penting dari sebuah brand refleksi new wave marketing

    Berkunjung ke Markplus Conference, memberikan kesan tersendiri bagi penulis. Pertama, selama ini penulis hanya mengenal Pak Hermawan Kertajaya dari obrolan dosen-dosen komunikasi pemasaran dan DKV kala penulis kuliah di Univ.Trisakti, meskipun penulis pernah membaca buku beliau dan menyukai 3 buku beliau yaitu yang berjudul: Positioning-Differentation-Branding, A-mild, dan Marketing Yourself. Kedua, menghadiri conference tersebut, mengingatkan penulis pada masa lalu dan Tugas Akhir di Univ Trisakti, dan jargon-jargon yang sering diucapkan oleh Ayah kepada penulis (hingga memasuki otak bawah sadarku).

    Beberapa point penting yang penulis dapatkan dari conference tersebut, Marketing 3.0 adalah:
    1. Komunitas memegang peran penting
    Indonesia menjadi salah satu negara yang terselamatkan dari krisis global
    Hal ini disebabkan kultur indonesia yang berbeda dengan masyarakat dunia pada umumnya. Indonesia memiliki gotong royong. Implikasinya di era sekarang..Komunitas menjadi salah satu unsur penting dalam saluran marketing. Komunitas terbentuk dari kesamaan visi
    2. Touching customer heart with honest
    3. Referall lebih tinggi dibanding iklan

    4. Low budget high impact
    5. Quality is as brand image –> Achilles
    6. Reasonable price but excellent service & trusworthy –> Dwi sapta

    Read the rest of this entry »

  • Ketika karakter dan sisi sosial menjadi bagian penting dari sebuah brand | refleksi New Wave Marketing

      4 comments

    Di era informasi ini disadari atau tidak, aktivitas kita di dunia maya mempengaruhi branding kita dalam tingkat personal atau sering dikenal dengan istilah ‘personal branding’. Bagaimana hal itu terbentuk? Tentu saja dari aktivitas kita di social networking, buah karya/pemikiran yang dipublikasikan di blog, ataupun action kita di komunitas online-offline.
    brand
    Semenjak ada media sosial, kita dimudahkan untuk masuk ke dalam lingkaran komunitas teman, disamping juga untuk berbagi berita-berita terkait dari luar komunitas sehingga relevan/tidaknya berita dapat tersaring dengan baik. Berita yang tersebar itu secara langsung/tidak langsung terkadang menggugah para anggota komunitas untuk menanggapi sehingga muncul aktivitas kontinu. Oleh sebab itu aktivitas dan keterlibatan seseorang dalam komunitas disamping menunjang branding komunitasnya, juga menunjang branding secara personal. Read the rest of this entry »

  • Balada kera.. dahulu dan sekarang

      0 comments

    Sabtu kemaren, setelah sekian lama tidak mengunjungi dufan terutama balada kera. Akhirnya aku, iqoh, beserta rombongan mumu design’s team memasuki teater tersebut.

    Tak ada yang berbeda dengan penampilan teater balada kera dari dahulu (saat ku kecil), hingga sekarang ini (di saat umur telah nyaris 1/4 abad). Namun satu yang senantiasa terasa saat menyaksikan teater ini, perasaaan ‘terhibur’ dan menyenangkan, bahkan tak jarang membuat kita tertawa. Bagiku secara pribadi, aku tak pernah bosan untuk menyaksikan penampilan mereka berkali-kali meski dengan format yang sama.

    From wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Dufan

    Balada Kera 
    Adalah panggung yang menyajikan musik operet karikatural yang diperankan oleh 23 boneka animatronik, berbentuk gorila dan simpanse. Kesemuanya digerakkan dengan teknologi buatan Indonesia.

    Namun bedanya, jikalau dahulu saya hanya menikmati penampilan tersebut sebagai seorang anak kecil, penonton awam, tetapi kini.. saat kemaren menyaksikan ‘Balada Kera’ di dufan setelah dewasa, ada beberapa point yang membekas.

    Diantaranya:
    + Kalau dahulu menyaksikan dengan mama-papa, kini dengan adik n rekan2 lainnya. But serasa nostalgia gitu.. masih inget dahulu aku sering duduk di bangku tengah, dan tidak pernah absen nonton nih teater kalau ke dufan.
    + Salah satu dari sekian banyak yang mempengaruhi diriku untuk berkiprah di Dunia Kreatif
    + Aku salut ama konseptor, n tim dibalik layar pembuatan ‘Balada Kera’ ini, cerdas n kreatif dalam mengemas local content, lagu-lagu daerah, nasionalisme, dengan tidak membosankan…bahkan sangat menghibur dan mendidik.
    + Tak habis dimakan zaman…meski sekarang serba hi-tech, animasi kelas tinggi bermunculan.. tapi Balada Kera tetap eksis.

    Balada Kera adalah satu dari sekian banyak kekayaan tanah air, dan juga sarana pendidikan yang efektif (meski sepertinya lom ada penelitian ttg efektivitas itu..-apa aku ganti judul skrispi ttg ini aja yah?). Yang pasti educational Technology buangett… Gak harus mikir jauh2, tinggi2, sederhana n simpel…Balada kera adalah salah satu peninggalan masa lalu yang harus kita jaga

    So…cintailah budaya kita frenz… kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? meminjam tagline ‘KMDGI thn 95–kalo gak salah–’ think local act global

    ————————-
    nb: ada yang tahu, siapa saja dibalik layar pembuatan Balada Kera itu? 

    ——————–
    Pesan tersirat dari penampilan balada kera di dufan: setiap orang bebeas berekspresi tetapi juga harus menyadari bahwa kebebasan tiap orang dibatasi oleh kebebasan orang lain.

  • PPLku pun berakhir dengan formulasi Education Branding…

      0 comments

    Memang.. nggak bisa disanggah.. otak kreatif baru akan bekerja secara maksimal di saat detikdetik terkhir menjelang DEADLINE…Selama semingu-dua minggu ini, menjadi orang aneh..(sering bengong, ngubek2 buku, nggak gaul, ..bahkan ampe2 gak ikt salah satu ‘acara’ di kantor karena jumpalitan dengan teori, buku, dosen pembimbing, kampus, administrasi, dsb)..
    Hingga detik-detik waktu di titik puncak (turning point) itu kutemukan.. Jam 2 dini hari(kemaren), setelah berdo’a kepada Allah..aku baru ‘NGEH’ kalau jawaban itu semua bisa dicari dengan cara yang berbeda..tidak menyangka data penunjang itu semua bisa dianalisis via webalizer, google search, dsb..(kemana aja aku selama ini..) 
    ‘Thinking out of the box’.. tiba-tiba menyelimutiku..atau kata Pak Romi.. outbound itu tujuannya agar berpikir di luar kotak–>out of the bound..

    Bersenjatakan Google engine, alexa.com, webalizer.. data2 menjadi mudah teranalisis.. bahkan aku sampai mendapatkan track alumni BM yang berprestasi, semua blog para pengajar, karyawan, dan bahkan record comment’an antara Pak Romi dengan seseorang ttg SPAM pun terlacak..

    Laiknya menjadi koki.. tadaaaaaaaaaaa…Formulasi education branding sudah siap…
    Meski tadi saat presentasi.. penyajiannya kurang menarik n tersusun rapi..(kalau ibarat makanan, belum siap tersaji dengan baik). Namun kali ini.. akhirnya…..argumentasiku ada yang diterima…meski seperti biasa dibalas kata-kata yang menyanjung lalu menjatuhkan.(T_T’ coba dari dulu otakku dah ‘NGEH’ dengan langkah analisis data seperti ini..)

    ‘ Tinggal dibuat formulasinya dan disajikan dengan bahasa manusia dengan pondasi teori yang terkait..maka itu sudah jadi.. Analisisnya dah bener…nggak perlu nunggu S2, kalau dah sempurna..knapa takut untuk mempublikasikan? (^_^ akhirnya ada juga argumentasi yang diterima..) 

    Namun dibalik itu semua..ini baru saja permulaan
    Permulaan dari ‘perdjoeangan’ (dah sering banget istilah ini kudengar di BM)

    ————————–——-
    Ini adalah momen presentasi terakhir kami (4 mhsw S1 UNJ yang PKL/PPL di sana)…Tak akan kami lupakan masa-masa ’pembantaian’ itu..

    thx to Pak Romi, acun (the next RSW), via (si Public Speaking), eman (si muka akuntan), mas tanto (sang batman forever), Ozy (linux n joomla mania), jho (si imut yang suka ngeronda), bashir (newcomer), laslie n rini (si kembar yang selalu kompak–padahal bukan anak kembar), Pak Ika Atman, Pak Kyantonius, Pak Slamet R, Pak Chaer, dan lainnya yang pernah menyempatkan waktu berbagi ilmu padaku, dan menjadi salah satu bagian dari penelitianku…

    Insya Allah akupun turut mengikat ilmu dengan menuliskannya 
    Ingin tahu lebih jauh formulasi Edu-Branding?(implementasi perkawinan dua ilmu–desain komunikasi visual dan teknologi pendidikan) tunggu saja artikelnya sebagai pembuka di http://www.maydina.web.id

    the last photo session sebelum PPL@Brainmatics.com berakhir..

    */pembantaian=simulasi sidang hasil penelitian saat presentasi