• Sekilas tentang sejarah n filosofi dari visual logo KOMINFO

      2 comments
    Selasa kemaren, tepatnya tgl 9 Maret 2010, saya disuruh ngikut pelatihan ‘tata naskah’ yang diselenggarakan Setditjen Dirjen Aplikasi Telematika, KOMINFO…
    Dalam kesempatan itu, tidak hanya dijelaskan tentang administrasi yang hendak ditertibkan..Namun kala itu yang saya tangkap adalah pelatihan itu semacam sosialisasi tentang ‘corporate identity’ (kalo dalam bahasa perusahaan seperti itu..), tapi kalo dalam bahasa instansi pemerintah saya kurang tahu hehehe..
    Pada kegiatan itu, salah satunya ada sesi penjelasan tentang logo KOMINFO dan perubahan redaksional dari Departemen menjadi Kementerian. Akhirnya..setelah 2 tahun ini sering bertanya-tanya kenapa tuh logo bentuknya kayak ‘keong’, etc..terjawab sudah pertanyaan itu saat penjelasan ‘logo’ oleh Pak Darmawan dari Biro Kepegawaian.
    Sedikit behind the scene dari sejarah logo itu:
    -Tim pembuatan logo terdiri dari: pejabat eselon 1 dan tim kreatif PT POS
    -Tahapan2: pengumpulan data, pengolahan data, benchmarking, penyusunan konsep kreatif, memilah dan memilih, presentasi, revisi, dan finalisasi
    -pendaftaran hak cipta logo: terdaftar di kementerian HUkum dan HAM, dengan surat pendaftaran ciptaan tanggal 4 Mei 2007 (weits da..brarti pas gue ultah yah wakakaka…) dengan nomor 033121 tanggal 3 mei 2007
    -Peresmiannya: tgl 26 November 2007
    -Sedangkan kini berhubung ada perubahan dari departemen jadi kementerian, maka ada perubahan nomenklatur.
    Kalau kemaren yang kulihat dalam presentasi itu, penyingkatan menjadi KOMINFO bukan KEMENKOMINFO ataupun KEMKOMINFO, tetapi tunggu saja fixnya seperti apa
    Sedangkan bagi para DKVers yang dari kemaren2 udah penasaran mo  tahu filosofi visualnya..berikut ini dipaparkan:
    Bentuk Dasar
    -Secara menyeluruh bentuk logo ini terdiri dari 3 huruf C yang merupakan singkatan dari: Communication, Content, dan Computer, yang merupakan bidang tugas utama DEPKOMINFO kala itu
    -geometeris yang membentuk 3 bidang utama yang secara optis bersumber dari satu titik pusat memutar menyebar/melebar, mengandung pengertian kominfo mempunyai tugas untuk meningkatkan akses komunikasi dan pos yan gberkualitas, merata, dan terjangkau juga mengagambarkan unsur kegiatan penyiaran.
    Bentuk ini juga menyiratkan kesan ‘berkembang’ sesuai dengan visinya dalam peningkatan litbang n industri.. Bentuk ini secara garis besar membentuk lingkaran yang menyiratkan kemandirian
    -Bentuk logo ini menyerupai kerang terinspirasi oleh ‘Nafiri, alat komunikasi tradisional yang sering dipakai oleh leluhur bangsa Indonesia untuk berkomunikasi
    Warna:
    -kombinasi biru, memiliki karakter lugas, kokoh, teknologis, dinamis, optimis, dan profesionalisme
    -Aksen biru muda, selain menambah kesah estetis juga menyiratkan pengertian perlindungan terhadap kepentingan publik (digambarkaan dengan bidang biru muda yang dipayungi  oleh dua bidang biru)
    tipografi
    Logotype menggunakan Futura MD Bt yang mempunyai karakter lugas, berwibawa, dan modern
    -
    Nah bagi para kominfo-ers… perubahan tata cara penggunaannya nanti selanjutnya akan disosialisasikan oleh biro kepegawaian.Lalu kalo ada yang mau donload presentasi ttg logo ini saat pelatihan tata naskah kemaren, silahkan donload di sini
  • Penerapan Marketing 3.0 dahulu dan sekarang pada bisnis filateli

      0 comments

    prangko10 Desember 2009 yang lalu, penulis menjadi salah satu blogger yang memperoleh kesempatan untuk menghadiri MarkPlus Conference 2010 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc secara free dari Marketeers karena posting analisis ringan yang berjudul Ketika karakter diri dan sisi sosial menjadi bagian penting dari sebuah brand refleksi new wave marketing

    Berkunjung ke Markplus Conference, memberikan kesan tersendiri bagi penulis. Pertama, selama ini penulis hanya mengenal Pak Hermawan Kertajaya dari obrolan dosen-dosen komunikasi pemasaran dan DKV kala penulis kuliah di Univ.Trisakti, meskipun penulis pernah membaca buku beliau dan menyukai 3 buku beliau yaitu yang berjudul: Positioning-Differentation-Branding, A-mild, dan Marketing Yourself. Kedua, menghadiri conference tersebut, mengingatkan penulis pada masa lalu dan Tugas Akhir di Univ Trisakti, dan jargon-jargon yang sering diucapkan oleh Ayah kepada penulis (hingga memasuki otak bawah sadarku).

    Beberapa point penting yang penulis dapatkan dari conference tersebut, Marketing 3.0 adalah:
    1. Komunitas memegang peran penting
    Indonesia menjadi salah satu negara yang terselamatkan dari krisis global
    Hal ini disebabkan kultur indonesia yang berbeda dengan masyarakat dunia pada umumnya. Indonesia memiliki gotong royong. Implikasinya di era sekarang..Komunitas menjadi salah satu unsur penting dalam saluran marketing. Komunitas terbentuk dari kesamaan visi
    2. Touching customer heart with honest
    3. Referall lebih tinggi dibanding iklan

    4. Low budget high impact
    5. Quality is as brand image –> Achilles
    6. Reasonable price but excellent service & trusworthy –> Dwi sapta

    Read the rest of this entry »

  • Ketika karakter dan sisi sosial menjadi bagian penting dari sebuah brand | refleksi New Wave Marketing

      4 comments

    Di era informasi ini disadari atau tidak, aktivitas kita di dunia maya mempengaruhi branding kita dalam tingkat personal atau sering dikenal dengan istilah ‘personal branding’. Bagaimana hal itu terbentuk? Tentu saja dari aktivitas kita di social networking, buah karya/pemikiran yang dipublikasikan di blog, ataupun action kita di komunitas online-offline.
    brand
    Semenjak ada media sosial, kita dimudahkan untuk masuk ke dalam lingkaran komunitas teman, disamping juga untuk berbagi berita-berita terkait dari luar komunitas sehingga relevan/tidaknya berita dapat tersaring dengan baik. Berita yang tersebar itu secara langsung/tidak langsung terkadang menggugah para anggota komunitas untuk menanggapi sehingga muncul aktivitas kontinu. Oleh sebab itu aktivitas dan keterlibatan seseorang dalam komunitas disamping menunjang branding komunitasnya, juga menunjang branding secara personal. Read the rest of this entry »

  • Balada kera.. dahulu dan sekarang

      0 comments

    Sabtu kemaren, setelah sekian lama tidak mengunjungi dufan terutama balada kera. Akhirnya aku, iqoh, beserta rombongan mumu design’s team memasuki teater tersebut.

    Tak ada yang berbeda dengan penampilan teater balada kera dari dahulu (saat ku kecil), hingga sekarang ini (di saat umur telah nyaris 1/4 abad). Namun satu yang senantiasa terasa saat menyaksikan teater ini, perasaaan ‘terhibur’ dan menyenangkan, bahkan tak jarang membuat kita tertawa. Bagiku secara pribadi, aku tak pernah bosan untuk menyaksikan penampilan mereka berkali-kali meski dengan format yang sama.

    From wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Dufan

    Balada Kera 
    Adalah panggung yang menyajikan musik operet karikatural yang diperankan oleh 23 boneka animatronik, berbentuk gorila dan simpanse. Kesemuanya digerakkan dengan teknologi buatan Indonesia.

    Namun bedanya, jikalau dahulu saya hanya menikmati penampilan tersebut sebagai seorang anak kecil, penonton awam, tetapi kini.. saat kemaren menyaksikan ‘Balada Kera’ di dufan setelah dewasa, ada beberapa point yang membekas.

    Diantaranya:
    + Kalau dahulu menyaksikan dengan mama-papa, kini dengan adik n rekan2 lainnya. But serasa nostalgia gitu.. masih inget dahulu aku sering duduk di bangku tengah, dan tidak pernah absen nonton nih teater kalau ke dufan.
    + Salah satu dari sekian banyak yang mempengaruhi diriku untuk berkiprah di Dunia Kreatif
    + Aku salut ama konseptor, n tim dibalik layar pembuatan ‘Balada Kera’ ini, cerdas n kreatif dalam mengemas local content, lagu-lagu daerah, nasionalisme, dengan tidak membosankan…bahkan sangat menghibur dan mendidik.
    + Tak habis dimakan zaman…meski sekarang serba hi-tech, animasi kelas tinggi bermunculan.. tapi Balada Kera tetap eksis.

    Balada Kera adalah satu dari sekian banyak kekayaan tanah air, dan juga sarana pendidikan yang efektif (meski sepertinya lom ada penelitian ttg efektivitas itu..-apa aku ganti judul skrispi ttg ini aja yah?). Yang pasti educational Technology buangett… Gak harus mikir jauh2, tinggi2, sederhana n simpel…Balada kera adalah salah satu peninggalan masa lalu yang harus kita jaga

    So…cintailah budaya kita frenz… kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? meminjam tagline ‘KMDGI thn 95–kalo gak salah–’ think local act global

    ————————-
    nb: ada yang tahu, siapa saja dibalik layar pembuatan Balada Kera itu? 

    ——————–
    Pesan tersirat dari penampilan balada kera di dufan: setiap orang bebeas berekspresi tetapi juga harus menyadari bahwa kebebasan tiap orang dibatasi oleh kebebasan orang lain.

  • PPLku pun berakhir dengan formulasi Education Branding…

      0 comments

    Memang.. nggak bisa disanggah.. otak kreatif baru akan bekerja secara maksimal di saat detikdetik terkhir menjelang DEADLINE…Selama semingu-dua minggu ini, menjadi orang aneh..(sering bengong, ngubek2 buku, nggak gaul, ..bahkan ampe2 gak ikt salah satu ‘acara’ di kantor karena jumpalitan dengan teori, buku, dosen pembimbing, kampus, administrasi, dsb)..
    Hingga detik-detik waktu di titik puncak (turning point) itu kutemukan.. Jam 2 dini hari(kemaren), setelah berdo’a kepada Allah..aku baru ‘NGEH’ kalau jawaban itu semua bisa dicari dengan cara yang berbeda..tidak menyangka data penunjang itu semua bisa dianalisis via webalizer, google search, dsb..(kemana aja aku selama ini..) 
    ‘Thinking out of the box’.. tiba-tiba menyelimutiku..atau kata Pak Romi.. outbound itu tujuannya agar berpikir di luar kotak–>out of the bound..

    Bersenjatakan Google engine, alexa.com, webalizer.. data2 menjadi mudah teranalisis.. bahkan aku sampai mendapatkan track alumni BM yang berprestasi, semua blog para pengajar, karyawan, dan bahkan record comment’an antara Pak Romi dengan seseorang ttg SPAM pun terlacak..

    Laiknya menjadi koki.. tadaaaaaaaaaaa…Formulasi education branding sudah siap…
    Meski tadi saat presentasi.. penyajiannya kurang menarik n tersusun rapi..(kalau ibarat makanan, belum siap tersaji dengan baik). Namun kali ini.. akhirnya…..argumentasiku ada yang diterima…meski seperti biasa dibalas kata-kata yang menyanjung lalu menjatuhkan.(T_T’ coba dari dulu otakku dah ‘NGEH’ dengan langkah analisis data seperti ini..)

    ‘ Tinggal dibuat formulasinya dan disajikan dengan bahasa manusia dengan pondasi teori yang terkait..maka itu sudah jadi.. Analisisnya dah bener…nggak perlu nunggu S2, kalau dah sempurna..knapa takut untuk mempublikasikan? (^_^ akhirnya ada juga argumentasi yang diterima..) 

    Namun dibalik itu semua..ini baru saja permulaan
    Permulaan dari ‘perdjoeangan’ (dah sering banget istilah ini kudengar di BM)

    ————————–——-
    Ini adalah momen presentasi terakhir kami (4 mhsw S1 UNJ yang PKL/PPL di sana)…Tak akan kami lupakan masa-masa ’pembantaian’ itu..

    thx to Pak Romi, acun (the next RSW), via (si Public Speaking), eman (si muka akuntan), mas tanto (sang batman forever), Ozy (linux n joomla mania), jho (si imut yang suka ngeronda), bashir (newcomer), laslie n rini (si kembar yang selalu kompak–padahal bukan anak kembar), Pak Ika Atman, Pak Kyantonius, Pak Slamet R, Pak Chaer, dan lainnya yang pernah menyempatkan waktu berbagi ilmu padaku, dan menjadi salah satu bagian dari penelitianku…

    Insya Allah akupun turut mengikat ilmu dengan menuliskannya 
    Ingin tahu lebih jauh formulasi Edu-Branding?(implementasi perkawinan dua ilmu–desain komunikasi visual dan teknologi pendidikan) tunggu saja artikelnya sebagai pembuka di http://www.maydina.web.id

    the last photo session sebelum PPL@Brainmatics.com berakhir..

    */pembantaian=simulasi sidang hasil penelitian saat presentasi